Ini Pasangan Penerus Duet Juara Dunia Owi/Butet di Tur BWF 2019

Rehan Naufal Kusharjanto/Siti Fadia Silva Ramadhanti (Photo : PBSI)

VIVA – Indonesia bakal memiliki pemain senior baru untuk kategori ganda campuran. Pasangan itu akan diturunkan di berbagai turnamen yang digelar Federasi Bulutangkis Dunia atau BWF. Dan diharapkan pasangan ini mampu menggemparkan dunia dengan prestasinya.

 

Pasangan itu ialah Rehan Naufal Kusharjanto/Siti Fadia Silva Ramadhanti. Pasangan ini dipromisikan naik kelas ke level senior setelah mengukir prestasi memukau di Kejuaraan Dunia Bulutangkis Junior.

 

Diketahui, Rehan/Fadia merupakan pemegang gelar dua kali runner up atau peraih medali perak di Kejuaraan Dunia Bulutangkis Junior 2017 dan 2018.

 

Menurut Rehan, naik kelas ke level senior memang impian semua pemain muda Indonesia. Hanya saja, Rehan dan Fadia masih malu-malu untuk memberikan target tinggi.

 

Di awal penampilannya nanti di turnamen BWF, Rehan menargetkan ingin menjadi juara di level super 100 dan super 300 dahulu.

 

“Jadi, kami ingin bertahap. Tidak mungkin tiba-tiba ingin juara di level teratas,” kata Rehan, Selasa, 27 November 2018.

 

Rehan pun menegaskan, untuk target juara di turnamen papan atas belum terlintas di pikirannya karena akan ada proses yang harus dilewatinya.

 

“Kalau di senior mungkin persaingan lebih ketat dibanding di junior. Kalau di senior lawan-lawannya sepantaran, sedangkan di junior masih ada yang di bawah. Jadi, target juara belum kepikiran,” ucapnya.

 

Sementara itu, menurut Fadia, dengan kenaikan kelas itu, dipastikan lawan-lawan yang dihadapi juga lebih berat dari lawan-lawan yang pernah mereka hadapi di level junior. Apalagi, di level senior, ganda campuran masih bercokol juara dunia asal China, Zheng Siwei/Huang Yaqiong.

 

“Pasti bertahap. Hanya harapan bisa lebih baik di senior nanti. Mudah-mudahan saja apa yang telah didapat di tim junior bisa kami bawa ke tim senior nanti,” kata Fadia.

 

Untuk diketahui, Indonesia baru saja kehilangan satu pasangan hebat di kategori ganda campuran. Mereka yaitu Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. Pasangan ini resmi berpisah karena Liliyana memutuskan untuk pensiun dari dunia bulutangkis.

 

Pasangan Owi/Butet sudah banyak berjasa pada Indonesia, berbagai gelar terbaik dunia telah diraih. Owi dan Butet mulai bermain bersama pada 2010. Selama ini, sudah banyak gelar juara diraih mereka, seperti merebut medali emas Olimpiade Rio de Janeiro 2016, medali emas SEA Games 2011, Juara Asia 2015, serta Juara Dunia 2013 dan 2017.

 

Selain berduet dengan Owi, Butet juga pernah tandem bareng Nova Widianto. Bahkan, mereka pernah menduduki rangking satu dunia di ganda campuran pada 30 Oktober 2010.

 

Di Kejuaraan Dunia, Butet mencetak sejarah sebagai pemain putri pertama Indonesia yang berhasil merebut tiga gelar di ajang bergengsi tersebut. Pada 2013 bersama Owi, Butet merebut gelar juara dunia untuk ketiga kalinya setelah mengalahkan pasangan China, Xu Chen/Ma Jin.

 

Sumber : Viva.co.id