Komoditas Sagu Bisa Menjadi Lumbung Pangan Indonesia

Setjen Wantannas saat ini memakai pendekatan pentahelix dalam melaksanakan program holistik di berbagai daerah, yang melibatkan unsur pemerintah, pelaku usaha, akademisi, komunitas serta media untuk mendukung program tersebut.

 

Hal ini disampaikan Sesjen Wantannas Letjen TNI Doni Monardo saat menjadi Narasumber dalam Seminar Internasional tentang sagu di Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon Maluku,yang mengusung tema Sago Feeds The World 2018 pada Rabu (28/11/2018).

 

Acara yang digelar oleh Civitas Unpatti tersebut dihadiri oleh Gubernur Provinsi Maluku Ir. Said Assegaf, Anggota DPR RI Dr. Michael Wattimena, SH. MH, Ketua MASI Prof. H.M. Bintoro, M. Agr,  Wakil Bupati Maluku Tengah Marlatu Leleury, SE,  Prof. Hiroshi Ehara dari Nagoya University, Prof. Abdul Manan dari University Of Kuala Lumpur Malaysia,  para Kepala Dinas di Provinsi Maluku, Kota Ambon dan Maluku Tengah beserta para penggiat sagu baik dari dalam maupun luar negeri serta undangan lainnya.

 

“Salah satu komoditas unggulan yang akan dikembangkan adalah Sagu dan jika dilihat dari penyebarannya, luasan sagu di Maluku mencapai 60 ribu Hektar dari luasan total keseluruhan Indonesia yakni 5,5 Juta Hektar,” ujar Sesjen.

 

Sekitar 90% sagu di dunia berada di Indonesia. Maluku, Papua dan Papua Barat menjadi daerah terluas sagu di Indonesia.

 

Sesjen mengatakan bahwa potensi sagu yang begitu besar tersebut dapat dimanfaatkan guna meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat, serta komoditas sagu dapat menjadi lumbung pangan Indonesia.

 

Di Kabupaten Kepulauan Meranti Riau, sagu sudah diekspor ke beberapa negara seperti Jepang, Korea, Singapura dan Malaysia. Sesjen menginginkan agar Maluku dan Papua bisa mengikutinya.

 

Sesjen juga memaparkan selain sebagai makanan khas daerah seperti papeda, sagu juga bisa diolah menjadi makanan kekinian seperti dijadikan mie sagu, pasta, es krim, kue kering, aneka cemilan, kerupuk, bahkan bisa dijadikan burger. Sagu juga bisa dijadikan bahan dasar gula pasir, sabun mandi dan sebagai bahan energi alternatif seperti bio ethanol.

 

Dalam acara tersebut Sesjen Wantannas didampingi oleh Kepala Biro PSP Brigjen TNI Isaac Marcus P, Anjak Bid. Bangjaspar Kol. Arh. M. Hasyim Lalhakim, serta beberapa pelaku usaha yang tergabung dalam tim Emas Hijau dan Emas Biru Setjen Wantannas.