Setjen Wantannas Gelar Rapat Penyempurnaan Modul Bela Negara

Sekretariat Jenderal Dewan Ketahanan Nasional (Setjen Wantannas) mengadakan rapat Penyempurnaan Draft Buku Modul Utama Pembinaan Bela Negara yang terdiri dari Modul I (Konsepsi Bela Negara) dan Modul II (Implementasi Bela Negara) yang dilaksanakan di Ruang Situation Room Kantor Setjen Wantannas pada Selasa (27/11/2018).

 

Rapat tersebut dihadiri oleh tim penyusun modul utama serta perwakilan dari organisasi masyarakat, perwakilan keagamaan, perwakilan mahasiswa, dan kalangan usahawan.

 

Dalam arahannya, Sesjen mengatakan bahwa penyusunan modul bela negara yang dilaksanakan oleh Setjen Wantannas telah disesuaikan dengan arahan Presiden dengan lebih menekankan pada aspek kesejahteraan masyarakat dan bersifat nirmiliter.

“Kalau sudah bicara soal negara, hilangkan semua kepentingan politik, namun yang terjadi saat ini semua orang berpikir sektoral dan egosentris dan hal inilah yang harus kita sadari bahwa konsep bela negara ini sangat luas, bela negara punya banyak arti,” ujar Sesjen.

 

Sesjen menekankan bahwa generasi melenial saat ini harus diberikan pemahaman mengenai kondisi nasional bangsa Indonesia dengan bahasa yang mudah dimengerti dan bersifat kekinian.

 

Hal ini karena generasi milenial saat ini sudah tidak bisa lagi diberikan pemahaman dengan bahasa-bahasa yang terlalu teoritis, namun harus dengan cara-cara kekinian dan inovatif.

Sementara itu Kepala Satuan Tugas Bela Negara Mayjen TNI Toto Siswanto, S.IP, MM menjelaskan bahwa pembuatan modul bela negara ini telah melibatkan berbagai kalangan.

 

Ia berharap modul ini bisa menjadi pedoman untuk dijabarkan kedalam modul khusus di masing-masing Kementerian dan Lembaga dengan muatan-muatan yang berhubungan dengan tugas dan fungsi organisasi masing-masing.