Sesjen Wantannas Menjadi Pembicara di Raker Sinergi Program Alternative Development Dalam Pengentasan Tanaman Ganja Aceh

Sesjen Wantannas Letnan Jenderal TNI Doni Monardo memberikan kuliah umum di acara Raker Sinergi Program Alternative DevelopmentĀ  Dalam Pengentasan Tanaman Ganja Aceh. Acara yang diselenggarakan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) pada tanggal 4 Desember 2018 bertempat di Hotel Bidakara, Jakarta.

 

Dalam paparannya Sesjen Wantannas menawarkan konsep penanganan masalah pengentasan tanaman ganja di Aceh dengan konsep pendekatan kesejahteraan (prosperity approach) dengan metode pentahelix dimana akademisi, masyarakat, pemerintah, dunia usaha serta media bersinergi didalamnya. Metode ini sukses dilakukan di Maluku dan Maluku Utara serta daerah lain dalam meningkatkan kesejahterahan masyarakat serta lebih dikenal dengan sebutan Program Emas Hijau dan Emas Biru. Dengan program ini, diharapkan masyarakat di Aceh yang masih menanam pohon ganja dapat beralih untuk menanam pohon-pohon yang bernilai tinggi dipasaran seperti sereh wangi, nilam, rempah-rempah dan lain-lain.

Letjen Doni Monardo mengatakan, bahwa hungry man become angry man, yang dapat diartikan kondisi yang tidak sejahterah (lapar) akan membuat orang menjadi mudah marah, dan orang seperti ini akan mencari jalan pintas untuk memenuhi rasa marahnya, dan mungkin saja menanam ganja menjadi solusi untuk mereka. Seperti diketahui kita semua, berdasarkan data BPS, Aceh menjadi daerah no 6 (enam) termiskin di Indonesia. Hal ini bisa terjadi karena pemanfaatan dana program kerja belum terlaksana dengan optimal serta pemanfaatan sumber-sumber alam lokal baik tanaman maupun perikanan belum maksimal dilakukan.

 

Untuk itu program Emas Hijau dan Emas BiruĀ  bisa menjadi solusi untuk mengangkat potensi lokal menjadi kenyataan yang mensejahterahkan masyarakat Aceh. Jadikan potensi lokal menjadi kenyataan seperti karet dan kayu serta turunannya dimana harga produk-produk tersebut sangat tinggi di pasaran dunia. Farfum dan essensil oil yang berasal dari tanaman nilam, sereh wangi, daun mimba juga merupakan komodi dengan nilai tinggi yang sekarang menjadi tren di pasar dunia, demikian pula rempah-rempah. Potensi buah-buahan juga sangat menjanjikan seperti alpukat dan manggis.