Bela Negara Harus Dilakukan Dalam Berbagai Bentuk Kerja Nyata

Bela negara merupakan sikap dan perilaku warga negara  yang dijiwai oleh kecintaannnya kepada NKRI yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945 dalam menjalin kelangsungan hidup bangsa dan negara yang seutuhnya.

 

Substansi bela negara mencakup  beberapa hal yakni cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, meyakini Pancasila sebagai Ideologi negara, rela berkorban untuk bangsa dan negara, dan memiliki kemampuan awal bela  negara.

 

Saat memberikan sambutan pada pembukaan Jambore Kebangsaan Bela Negara Keluarga Besar Forum Komunikasi Putra Putri TNI – Polri (FKPPI) di Bumi Perkemahan Ragunan, Jakarta Selatan Jumat (7/12/2018) Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mengatakan bahwa saat ini bela negara harus dilakukan dalam berbagai bentuk kerja nyata.

Presiden juga menekankan bahwa membela negara bisa dilakukan dengan beragam cara, salah satunya melalui profesi yang digeluti masing-masing. Seperti halnya seorang dokter yang mendedikasikan diri untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terpencil di pulau-pulau terluar Indonesia. Atau dengan menjadi insinyur yang turut terlibat dalam kerja besar bangsa dalam membangun infrastruktur yang Indonesiasentris.

 

Beberapa waktu yang lalu melalui Inpres Nomor 7 Tahun 2018, Presiden memberikan mandat kepada Setjen Wantannas untuk menyusun Modul Bela Negara yang bisa dijadikan acuan bagi kementerian/lembaga, serta pemerintah daerah dalam menyusun konsep bela negara sesuai tugas dan fungsinya masing-masing.

 

Presiden menginginkan agar modul bela negara yang disusun oleh Setjen Wantannas tersebut lebih berorientasi kepada kesejahteraan masyarakat dan jauh dari kesan militeristik.

 

Saat ini Setjen Wantannas telah menyusun modul bela negara yang akan dijadikan acuan oleh Kementerian/Lembaga, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota, Kalangan akademisi, serta organisasi masyarakat dalam menyusun konsep bela negara di intansi dan organisasi masing-masing sesuai dengan keahlian dan profesinya.

 

Setjen Wantannas juga akan menggelar kegiatan Rembuk Nasional yang dilanjutkan dengan Musyawarah Nasional Penyusunan Program Bela Negara yang akan dilaksanakan dari tanggal 17 hingga 20 Desember 2018 di Hotel Bidakara Jakarta.

 

Acara Rembuk Nasional Bela Negara tersebut bertujuan untuk menyamakan persepsi seluruh peserta tentang konsepsi, modul, rencana pendidikan dan pelatihan instruktur dan kader, serta sistem informasi dan pelaporan aksi Bela Negara.

 

Sementara itu Musyawarah Nasional (Munas) bertujuan untuk menyusun program bela negara sebagai salah satu program prioritas dalam Rencana Kerja Pemerintah tahun 2019.