Kewajiban Bela Negara Ibarat Membela Ibu Kandung Sendiri

Foto: Humas Wantannas

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Jenderal (Purn) TNI Wiranto menegaskan bahwa bela negara merupakan kewajiban setiap warga negara Indonesia kepada negaranya. Ia mengibaratkan negara seperti seorang ibu yang wajib dicintai dan dihormati oleh anak-anaknya.

 

“Kita semua punya ibu dan dilahirkan dari rahim ibu, maka kita wajib mencintai dan menghormati siapa yang melahirkan kita. Maka kemudian istilah negara untuk Indonesia diistilahkan dengan Ibu Pertiwi, maka wajib hukumnya bagi setiap warga negara untuk membela tanah airnya” Menko Polhukam saat membuka acara Rembuk Nasional Bela Negara yang digelar oleh Setjen Wantannas di Hotel Bidakara Jakarta Selatan pada Senin (17/12/18).

 

Menko Polhukam juga mengatakan, setiap warga negara harus bangga terhadap negerinya sendiri. Pasalnya negeri ini begitu besar dan kaya, bahkan banyak diakui dunia atas kebesarannya.

 

“Negeri kita itu sangat besar, banyak orang kita kadang-kadang kalau di luar negeri merasa kecil seakan-akan negeri kita itu tidak punya kekuatan, padahal tidak demikian. Kenyataannya Indonesia saat ini diperhitungkan dalam percaturan internasional, terbukti tahun depan Indonesia akan ditetapkan sebagai anggota tetap dewan keamanan PBB,” ujarnya.

 

Pengakuan dunia internasional lainnya terhadap Indonesia antara lain menjadi anggota tetap G20, dan pada tahun 2030 diramalkan akan menjadi kekuatan ekonomi besar di Asia. Indonesia juga masuk dalam daftar 10 negara teraman di dunia.

 

Foto: Humas Wantannas

Menko Polhukam juga mengingatkan agar selalu waspada  terhadap perpecahan akibat perbedaan pilihan dalam pemilu sehingga lupa akan ancaman yang lebih besar baik dari dalam negeri seperti terorisme, radikalisme, separatisme, perdagangan manusia hingga narkoba. Sementara ancaman dari luar negeri, Indonesia tengah menghadapi persaingan global, seperti di bidang perdagangan, pertanian, dan ancaman proxy war.

 

Ia juga mengibaratkan Indonesia layaknya kapal yang berlayar menuju ke pulau harapan. Selama berlayar kapal akan menghadapi banyak tantangan, seperti arus ombak hingga badai besar. Oleh karena itu seluruh awak kapal harus bersatu menjaga kapal terus selamat. Namun kalau ada dari antara kita yang justru menggali lubang di kapal tersebut karena tidak ada kesadaran membela kapal itu, kita tidak akan sampai ke pulau yang dituju.