Bela Negara Santri Ditengah Revolusi Industri

Sekjen Dewan Ketahanan Nasional Letjen TNI Doni Monardo mengatakan kondusifitas masyarakat dan ketersediaan sumberdaya manusia serta ketersediaan bahan-bahan baku, menjadi faktor utama berkembangnya industri nasional.

 

“Perkembangan industri bisa maju pesat kalau masyarakatnya kondusif. Untuk itu, setiap warga negara wajib ikut bela bangsa termasuk santri-santri di Jawa Tengah,” kata Letjen TNI Doni Monardo ketika memberi sambutan dalam acara Sosialisasi & Lounching Akademi Komunitas Berbasis Pesantren dan Pameran Industri dalam Bingkai Ketahanan Nasional, kerja sama Kemenristekdikti, Wantanas dan Kemenperin Republik Indonesia, beberapa waktu lalu di gedung Gradhika Bhakti Praja Semarang.

 

Hadir dalam kegiatan tersebut selain Doni Monardo dan rombongan, Menristekdikti Muhammad Nasir beserta rombongan, Direktur Industri Kimia Hilir Taufik Bawazier beserta rombongan, Ketua LPTNU Ir Agus Jui, M.Si, Wagub Jateng Taj Yasin, Waket PWNU Jateng KH Dian Nafi’, M.Pd, Direktur PT Terryham Proplas Indonesia Syamsunar serta perwakilan 99 pesantren yang mengelola SMK di Jawa Tengah, dan lain-lain.

 

Dalam sambutannya Doni menjelaskan bahwa negara Indonesia memiliki belasan ribu pulau dan aneka ragam suku bangsa serta variasi kondisi alam. Kondisi tersebut menjadi pemicu terbentuknya berbagai kelompok atau komunitas dengan ciri dan karakteristik yang beraneka ragam. Keberadaan berbagai kelompok atau komunitas yang beraneka ragam tersebut ditambah keanekaragaman sumber daya alam merupakan modal yang sangat besar dalam meningkatkan daya saing bangsa Indonesia dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0.

 

“Namun hal itu membutuhkan peningkatan kemampuan sumber daya manusia, kemampuan pengembangan teknologi, dan kemampuan berinovasi dalam menghasilkan berbagai jenis produk maupun jasa berdasarkan keunggulan lokal masing-masing daerah,” jelasnya.

 

Di sisi lain, tambah Letjen TNI Doni, pengembangan industri harus dibarengi dengan konsep bela negara. Baik yang berhubungan patriotisme seseorang, kelompok atau seluruh komponen dari suatu negara dalam kepentingan mempertahankan eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

 

“Komunitas pesantren yang sudah sejak dulu memiliki basic karakter keumatan dalam menjalankan pendidikan, harus ambil bagian dalam mempertahankan NKRI. Apalagi kalangan pesantren sudah terbukti andil memperebutkan kemerdekaan Indonesia,” tegasnya yang langsung mendapat tepuk tangan meriah dari tamu undangan dan ratusan santri yang hadir.

 

Sumber: panjinasional.net