Pemprov Jabar Peringati Hari Bela Negara, Ini Pesan Presiden Jokowi

Upacara Peringatan Hari Bela Negara, Gedung Sate, Rabu (19/12/2018)(Foto: tribunjabar.id)

BANDUNG – Pemprov Jabar menggelar Upacara Peringatan Hari Bela Negara, di halaman Gedung Sate, Rabu (19/12/2018).

 

Selain dihadiri ASN, upacara ini juga dihadiri sejumlah personil TNI dan kepolisian.

 

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, bertindak sebagai pembina upacara dan menyampaikan sambutan Presiden Jokowi.

 

Dalam sambutan tersebut, Presiden Jokowi menyampaikan pesan bahwa anak muda harus diberi ruang untuk mengekspresikan diri dan berinovasi dalam bela negara.

 

“Momentum ini mari mensyukuri keberadaan ratusan suku bangsa, bahasa, dan ragam budaya, kepercayaan, dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang membentang lebih dari seperdelapan khatulistiwa,” kata Ridwan Kamil saat membacakan pidato Presiden Jokowi.

 

Presiden Jokowi juga mengajak semua elemen menunjukan bela negara dalam berbagai bidang. Tantangan hidup berbangsa dan bernegara pun disadari tidak mudah.

 

“Melalui sinergi segenap elemen bangsa bawa Indonesia menjadi negara berdaulat, adil, makmur, dan berkepribadian dalam kebudayaan,” ujar Ridwan Kamil.

 

Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, juga menghadiri upacara tersebut. Ia mengatakan bahwa ajaran Islam juga mengajarkan arti penting bela negara.

 

“Sebagai orang beragama apalagi sebagai Muslim wajib membela negara. Cinta tanah air adalah sebagian dari iman,” kata Uu.

 

Ia mengatakan bahwa Nabi Muhammad juga mengajar cinta terhadap tanah air.

 

Ia menyontohkan saat Nabi Muhammad hijrah ke Madinah, doa pertama yang dipanjatkan adalah doa nasionalis.

 

“Nabi Muhammad saat hijrah ke Madinah, doa yang pertama dipanjatkan adalah, ‘Ya Allah berikan rasa cinta kami kepada tanah Madinah’,” kata Uu.

 

Ia juga mengatakan bahwa tidak ada alasan untuk tidak cinta pada tanah air.

 

Menurut Uu, teladan itu juga dicontohkan oleh mendiang mantan presiden Gus Dur.

 

“Kata Gus Dur, sebagai presiden, umat Islam membela negara indonesia hukumnya wajib, karena hukumnya karena sama denagan membela umat Islam, karena Indonesia mayoritas umat Islam,” ujarnya.

 

Upacara Hari Bela Negara ini juga dirangkaikan dengan peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial dan Hari Nusantara.

 

Sumber: tribunjabar.id