Lokakarya Menjadi Wadah Bertukar Informasi Terkait Aksi-Aksi Bela Negara di Kemeterian/Lembaga dan Pemerintah Daerah

Sekretaris Jenderal Dewan Ketahanan Nasional (Sesjen Wantannas) Laksdya TNI Achmad Djamaludin membuka secara resmi acara Lokakarya Pengembangan Sistem Informasi dan Pelaporan Aksi Bela Negara 2019 yang bertempat di Ruang Ballroom Hotel Mercure Convention Center, Jakarta, Rabu (24/07/2019).

 

Dalam sambutannya, Achmad Djamaludin menyampaikan bahwa sampai dengan pertengahan tahun 2019 ini, dapat dikatakan masih terdapat beberapa kendala dalam hal pelaporan pelaksanaan Program Bela Negara baik di lingkungan Kementerian/Lembaga maupun jajaran Pemerintah Daerah.

 

Untuk itu, diperlukan kesamaan pemahaman antara Kementerian, Lembaga dan Pemerintah Daerah dalam membuat Pelaporan Bela Negara dengan pengembangan sistem informasi  yang baik dan benar. Sehingga, diharapkan dalam membuat laporan bela negara dengan menggunakan sistem indormasi ini, dapat menyajikan informasi yang lengkap dan tepat waktu kepada Presiden guna mengetahui sejauh mana pelaksanaan program bela negara di masing-masing instansi.

Sesuai Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2018 tanggal 18 September 2018 tentang Rencana Aksi Nasional Bela Negara Tahun 2018-2019, sasaran yang ingin dicapai dari terlaksananya kegiatan lokakarya ini antara lain:

  1. Terwujudnya grand design pengembangan sistem informasi dan pelaporan bela negara.
  2. Terdigitalisasinya produk modul, rencana aksi nasional, dan perangkat pendidikan dan pelatihan bela negara.
  3. Tersedianya dokumen aplikasi sistem informasi dan pelaporan aksi bela negara.
  4. Terbentuknya klaster diskusi interaktif terkait program pembinaan bela negara pada setiap situs web.

 

Sesjen Wantannas selaku Penanggung Jawab Program Bela Negara menyampaikan harapannya semoga forum lokakarya ini dapat digunakan sebagai wadah untuk saling bertukar pendapat guna melengkapi informasi terkait program bela negara di instansi masing-masing.

“Saya juga mengharapkan masukan serta koreksi dari peserta lokakarya dalam pelaksanaan program bela negara, agar nantinya dapat digunakan untuk perbaikan implementasi Inpres Nomor 7 Tahun 2018, sehingga sasaran pembinaan bela negara dapat diwujudkan,” tambahnya.

 

Peserta kegiatan yang berasal dari Kementerian/Lembaga dan Pemerintahan Daerah terlihat antusias mengikuti rangkaian kegiatan, sedikitnya ada sekitar 578 orang total tamu undangan yang turut hadir saat pleno pembukaan. Lokakarya akan dilaksanakan dengan metode workshop, diskusi interaktif dan praktek pengisian laporan bela negara menggunakan sistem informasi. Sesuai jadwal, kegiatan ini akan berlangsung selama tiga hari dan berakhir pada Jumat (26/07/2019). ***(np)