Gerakan Bagimu Negeri, Ibu Pertiwi Memanggil Seluruh Elemen Bangsa

 

Di tengah ancaman keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) akibat merebaknya krisis moral, jati diri bangsa, ideologi dan ketahanan nasional, ancaman narkoba, korupsi, hedonisme dan konsumerisme, ancaman hoaks, konflik horisontal dan perpecahan, serta ancaman paham radikalisme, negara membutuhkan aksi nyata, bukan hanya wacana. Maka, mana baktimu?

 

Inilah imbauan dan gerakan Inisiatif publik yang muncul karena adanya panggilan nurani dari ibu pertiwi serta keprihatinan atas ancaman keutuhan NKRI yang dikemas dalam bentuk program Gerakan Bagimu Negeri.

 

Gerakan ini dipelopori oleh Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika (Dirjen IKP Kemkominfo) Widodo Muktiyo, Ketua Dewan Pengawas LPP TVRI Arief Hidayat Thamrin, Ketua Dewan Pengawas LPP RRI Mistam, Bandep Infolahtah Desisnas Dewan Ketahanan Nasional (Setjen Wantanas) Budi Pramono, dan Plt Kepala BPIP Hariyono.

 

Gerakan Bagimu Negeri sudah menyimpulkan, saat ini ada 5 (lima) ancaman yang dihadapi bangsa dan negara, yaitu:

 

  1. Ancaman krisis moral, ideologi, jati diri dan ketahanan nasional;
  2. Ancaman paham Radikalisme;
  3. Ancaman narkoba, korupsi, gaya hidup hedonisme dan konsumerisme;
  4. Ancaman hoaks, konflik horisontal dan perpecahan; dan
  5. Ancaman disrupsi digital, lapangan kerja yang terbatas dan pemerataan kesejahteraan masyarakat.

 

“Selain 5 ancaman tersebut, menurut data BPS (Badan Pusat Statistik) Maret 2019, ketahanan variabel toleransi indexnya 1,20 dan ketahanan variabel kerukunan sosial indexnya sudah di warna merah 1.00 dari skala 1 sampai 5 dalam index Ketahanan Nasional,” jelas Dirjen IKP Kemkominfo Widodo saat konfrensi pers terkait Gerakan Bagimu Negeri, di Ruang Serba Guna Kemkominfo, Jakarta, Senin (7/10/2019).

 

Menurut Dirjen IKP, melihat situasi ancaman dan krisis ideologi yang dihadapi bangsa, muncul inisiatif publik dari anak bangsa yang peduli untuk membentuk Gerakan Bagimu Negeri. Tujuan gerakan ini adalah melakukan aktifitas komunikasi untuk mendukung ketahanan nasional dan implementasi pancasila dengan melibatkan semua elemen bangsa lintas sektor dan semua komponen penta helix.

 

“Hari ini, Senin, 7 Oktober 2019, Gerakan Bagimu Negeri resmi dimulai. Gerakan ini adalah inovasi baru. Biasanya, Dirjen IKP melakukan komunikasi top down sebagai fungsi government PR (public relation). Namun kali ini, inisiatif komunikasi dilakukan dari publik berupa komunikasi bottom up dengan munculnya komunitas bagimu negeri,” ulas Widodo.

 

Sehingga, Dirjen IKP menjelaskan sangat mendukung dan ikut aktif dalam upaya partisipasi publik. Karena tujuannya mendorong semua elemen bangsa ikut aktif dalam berbagai aktifitas untuk ketahanan nasional.

 

“Gerakan Bagimu Negeri dimulai secara sukarela oleh para Inisiator yang punya visi dan keprihatian yang sama. Gerakan ini bersifat formal dan informal dari anak bangsa lintas sektor, dalam komunitas dan forum wedangan guyub. Sehingga dapat diikuti berbagai elemen anak bangsa, tanpa sekat birokrasi, tupoksi dan tidak ada hirarki yang kaku,” jelas Widodo. (nbh)

 

Sumber : https://rmco.id/