SETJEN WANTANNAS ADAKAN RAKOR BELA NEGARA METODE TRAVELINESIA

 

Sekretariat Jenderal Dewan Ketahanan Nasional (Setjen Wantannas) mengadakan rapat koordinasi program bela negara metode Travelinesia tahun 2020, bertempat di Ruang NKRI, Lantai 5 Kantor Setjen Wantannas, Selasa (10/12/2019).

 

Dalam kesempatan ini, Setjen Wantannas mengundang pihak swasta sebagai wujud aksi implementasi pentahelix dalam menyukseskan program bela negara metode Travelinesia.

 

 

Hal ini juga sejalan dengan sambutan Sesjen Wantannas yang dibacakan oleh Staf Ahli Sosial Budaya Mayjen TNI Isaac Marcus Pattipeiloy. “Kunci sukses kegiatan ini adalah merupakan implementasi dari metode sinergitas antar pihak terkait yang dikenal dengan metode Pentahelix. Metode tersebut adalah merupakan sinergi dan kolaborasi antar 5 komponen pemangku kepentingan yaitu Pemerintah, Akademisi, Dunia Usaha, Komunitas/Masyarakat dan Media.

 

Melalui metode tersebut diharapkan terwujud totalitas penggabungan potensi yang dimiliki setiap elemen untuk disinergikan menjadi kekuatan yang besar dalam sosialisasi bela negara yang menuntut penyelenggaraan bela negara secara terstruktur, sistematis dan masif,” ucapnya.

 

 

Secara umum program Travelinesia adalah program pendidikan dan penerapan nilai-nilai bela negara dengan bentuk berwisata bersama dengan metode open trips ke beberapa tempat di Indonesia kepada para milenial Indonesia.

 

Program ini merupakan Program Sosialisasi Bela Negara di tahun 2020 dengan bentuk pendekatan langsung kepada milenial yang disebarkan melalui kampanye digital, media sosial  dan didukung dengan publikasi di media elektronik televisi yang mempunyai jangkauan nasional.

 

 

Project Manager PT Corina Intimedia Adhiswati, Agung Sumarwan dalam paparannya menyampaikan bahwa travelinesia bela negara adalah program perpaduan dari dunia iklan dan traveling kepada milenial. “Kepada milenial, dengan traveling ini kita bisa mengajak untuk cinta tanah air secara langsung, karena inti dari bela negara itu adalah mencintai negeri ini.

 

Dengan program traveling ini, kita bisa memberikan pesan-pesan edukasi mengenai sikap dan aksi bela negara, jadi traveling di program travelinesia ini tidak hanya sekedar bersenanang senang, namun harus ada manfaat yang bisa diambil dari kegiatan ini, baik untuk pribadi maupun untuk Negara,” ucap Agung.

 

Menurut Agung travelinesia ini tujuannya antara lain, dapat menanamkan dan mengajarkan nilai-nilai bela negara kepada milenial, peserta menjadi agen bela negara yang mempunyai semangat merubah Indonesia menjadi lebih baik.

 

Kegiatan ini juga dapat membentuk milenial memiliki berpikiran maju untuk menggunakan gadget dan internet untuk hal-hal positif, juga mengenalkan dan mensosialisasikan program-program pemerintah kepada para milenial.